telepon
(021) 5682841
Email
manajerialdiklat.heerdjan@gmail.com.

Pencarian Kode Diagnosis

Cari berdasarkan nama penyakit atau kode — sesuai Buku Saku Penggunaan Kode Diagnosis JKN

Thypoid Fever Pneumonia Stroke Anemia Septikemia Diabetes Gagal Ginjal Dengue
Tingkat Keparahan
Menampilkan semua 34 diagnosis dari Buku Saku ICD-10
Reset
Chapter I
Certain infectious and parasitic diseases
A00-B99
10 diagnosis
Thypoid Fever
Chapter I A00-B99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Fever
Kode ICD-10
A01.0 Thypoid fever

Perhatian Khusus

  1. Dapat ditegakkan selama memenuhi kriteria
  2. Ada hasil laboratorium tubex
  3. Ada tata laksana
Tuberkulosis Paru
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Tuberculosi
Kode ICD-10
A15.1 Tuberculosis of lung, confirmed by culture only
Kode Lainnya
A15.2 Tuberculosis of lung, confirmed histologically
A15.3 Tuberculosis of lung, confirmed by unspecified
A15.6 Tuberculous pleurisy, conf bacteriologically/his'y

Aspek Medis

Termasuk kondisi infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis.

Aspek Koding

  1. A15.1 hanya digunakan pada TB paru yang sudah ditegakan melalui kultur.
  2. A15.2 hanya digunakan pada TB paru yang sudah ditegakan melalui pemeriksaan histologis.
  3. A15.3 digunakan pada kondisi TB paru yang sudah tegak namun tidak dapat dipastikan secara bakteriologi ataupun histologis.
  4. Excludes: congenital tuberculosis (P37.0), HIV disease resulting in tuberculosis (B20.0), pneumoconiosis (J65), sequelae of tuberculosis (B90), silicotuberculosis (J65)

Perhatian Khusus

  1. Perhatikan pada sub bab (A15-A19)
  2. Includes: infections due to Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis
  3. Excludes: congenital tuberculosis (P37.0), HIV disease resulting in tuberculosis (B20.0), pneumoconiosis (J65), sequelae of tuberculosis (B90,-)
Septikemia
Chapter I A00-B99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Sepsis
Kode ICD-10
A41.9 Sepsis, unspecified

Aspek Medis

Penegakan diagnosis sepsis mengikuti kriteria SIRS yaitu minimal 2 keadaan: Temperatur >38,5°C atau <36°C; Denyut jantung >90x/menit; Frekuensi pernafasan >20x/menit atau PaCO2; Terdapat respons tubuh terhadap fokal infeksi dengan leukositosis dan wajib melampirkan bukti kultur darah dengan hasil bakterimia.

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. Penatalaksanaan sepsis yaitu hipertermi, hipotermi, tachicardi, tachypnoe dengan hasil laboratorium leukosistosis atau leukopenia.
Dengue Hemorrhagic Fever
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Fever, Dengue
Kode ICD-10
A91 Dengue haemorrhagic fever

Aspek Medis

Demam berdarah dengue (A91)

Aspek Koding

Demam berdarah dengue (A91)

Perhatian Khusus

  1. Untuk kasus Dengue Shock Syndrome (DSS) menggunakan kode A91 sebagai diagnosis utama
  2. Dapat ditegakkan selama memenuhi kriteria
  3. Ada hasil laboratorium
  4. Ada tata laksana
Herpes
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Herpes
Kode ICD-10
B00.9 Herpesviral infection, unspecified

Perhatian Khusus

  1. Dalam resume medis tertulis hasil pemeriksaan fisik
  2. Tata laksana
Tinea
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Tinea
Kode ICD-10
B35.9 Dermatophytosis, unspecified

Perhatian Khusus

  1. Dalam resume medis tertulis hasil pemeriksaan fisik
  2. Tata laksana
Ancylostomiasis
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Ancylotoma/ancylotomiasis
Kode ICD-10
B76.0 Ancylostomiasis

Aspek Medis

B76.0 Ancylostomiasis - Infeksi Ancylostoma sp

Aspek Koding

B76.0 Ancylostomiasis - Infeksi Ancylostoma sp

Perhatian Khusus

  1. Termasuk didalamnya: Uncinariasis
  2. Dalam resume medis tertulis hasil pemeriksaan
  3. Hasil laboratorium feses
  4. Tata laksana
Ascariasis
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Ascariasis
Kode ICD-10
B77.0 Ascariasis

Aspek Medis

B77.9 Askariasis tidak dijelaskan; B77 Askariasis Termasuk: Askaridiasis

Aspek Koding

B77.9 Askariasis tidak dijelaskan; B77 Askariasis Termasuk: Askaridiasis

Perhatian Khusus

  1. Infeksi cacing gelang
  2. Perhatikan kode dagger asterisk dengan pneumonia dan komplikasi intestinal.
Trichuriasis
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Trichuriasis
Kode ICD-10
B79 Trichuriasis

Perhatian Khusus

  1. Dalam resume medis tertulis hasil pemeriksaan fisik
  2. Hasil laboratorium feses
  3. Tata laksana
Scabies
Chapter I A00-B99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Scabies
Kode ICD-10
B86 Scabies

Perhatian Khusus

  1. Hasil Pemeriksaan Fisik
  2. Tata laksana
Chapter III
Diseases of the blood and blood-forming organs
D50-D89
1 diagnosis
Anemia
Chapter III D50-D89
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Anemia
Kode ICD-10
D64.9 Anaemia, unspecified

Aspek Medis

Terdapat kode anemia khusus sesuai penyebab: anemia pada penyakit kronis D63.8, anemia pada keganasan D63.0, anemia pada perdarahan akut D62.

Aspek Koding

  1. Kriteria eksklusi:
  2. Anemia refraktori NOS (D46.4)
  3. Dengan kelebihan sel blast (D46.2)
  4. Dengan kelebihan sel blast dengan transformasi (C92.0)
  5. Dengan sideroblas (D46.1)
  6. Tanpa sideroblas (D46.0)

Perhatian Khusus

  1. Terdapat kode anemia khusus sesuai penyebab dan kondisi yang menyertai
  2. Dalam resume medis tertulis hasil pemeriksaan
  3. Tertera bukti tranfusi
Chapter IV
Endocrine, nutritional and metabolic diseases
E00-E90
7 diagnosis
Malnutrisi Berat
Chapter IV E00-E90
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Malnutrition
Kode ICD-10
E40 Kwashiorkor
Kode Lainnya
E41 Nutritional marasmus
E42 Marasmic kwashiorkor
E43 Unspecified severe protein-energy malnutrition
E45 Retarded development following protein-energy malnutrition

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. IMT < 16.0
  3. Ada asessmen Gizi
  4. Ada lembar validasi yang ditandatangani dokter SpPD
Malnutrisi Sedang
Chapter IV E00-E90
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Malnutrition
Kode ICD-10
E44.0 Moderate protein-energy malnutrition

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. IMT 16.0 - 16,9
  3. Ada asessmen Gizi
  4. Ada lembar validasi yang ditandatangani dokter SpPD
Malnutrisi Ringan
Chapter IV E00-E90
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Malnutrition
Kode ICD-10
E44.1 Mild protein-energy malnutrition

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. IMT 17.0 - 18.5
  3. Ada asessmen Gizi
  4. Ada lembar validasi yang ditandatangani dokter SpPD
Hipernatremia
Chapter IV E00-E90
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Hypernatremia
Kode ICD-10
E87.0 Hyperosmolality and hypernatraemia

Aspek Medis

Kondisi dimana kadar natrium lebih dari nilai normal (Na > 135 mEq/L).

Perhatian Khusus

  1. Ada terapi yang diberikan
  2. Ada hasil evaluasi nilai elektrolit
  3. Hasil evaluasi harus terjadi perbaikan
Hiponatremia
Chapter IV E00-E90
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Hyponatremia
Kode ICD-10
E87.1 Hypo-osmolality and hyponatraemia

Aspek Medis

Kondisi dimana kadar natrium lebih rendah dari nilai normal (Na < 135 mEq/L). Pada anak natrium dibawah 130 dan/atau terdapat kondisi klinis kejang atau penurunan kesadaran atau dehidrasi berat.

Perhatian Khusus

  1. Ada terapi yang diberikan
  2. Ada hasil evaluasi nilai elektrolit
  3. Hasil evaluasi harus terjadi perbaikan
Hiperkalemia
Chapter IV E00-E90
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Hyperkalemia
Kode ICD-10
E87.5 Hyperkalaemia

Aspek Medis

Hiperkalemia ringan: K 5,1-6,0 mmol/L; Hiperkalemia sedang: K 6,1-7,0 mmol/L; Hiperkalemia berat: K di atas 7,0 mmol/L.

Perhatian Khusus

  1. Ada terapi yang diberikan
  2. Hasil laboratorium (darah, urin, EKG)
  3. Ada hasil evaluasi nilai elektrolit
  4. Hasil evaluasi harus terjadi perbaikan
Hipokalemia
Chapter IV E00-E90
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Hypokalemia
Kode ICD-10
E87.6 Hypokalaemia

Aspek Medis

Kondisi dimana kadar kalium lebih rendah dari nilai normal (K < 3,5 mEq/L). Hipokalemi pada anak kalium dibawah 3 dan/atau ada gejala klinis kelemahan otot atau kembung atau aritmia.

Perhatian Khusus

  1. Ada terapi yang diberikan
  2. Ada hasil evaluasi nilai elektrolit
  3. Hasil evaluasi harus terjadi perbaikan
Chapter IX
Diseases of the circulatory system
I00-I99
5 diagnosis
Cardiac Arrest
Chapter IX I00-I99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Arrest
Kode ICD-10
I46.9 Cardiac arrest, unspecified

Aspek Koding

I46.9 Henti jantung, tidak spesifik. Kecuali: Shock kardiogenik (R57.0), Aborsi atau kehamilan molar (O00-O07, O08.8), Bedah obstetri dan prosedur (O075.4)

Perhatian Khusus

  1. Cardiac arrest dapat terjadi pada semua kasus & ada bukti penatalaksanaan CPR
  2. Cardiac Arrest tidak dapat digunakan pada pasien DOA
  3. Koding INA-CBG adalah kode Morbiditas
Heart Failure
Chapter IX I00-I99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Failure
Kode ICD-10
I50 Heart Failure

Aspek Medis

Penegakkan diagnosa Heart Failure harus disertai dengan pemeriksaan echocardiography. Tindakan echocardiography paling lama dilakukan 1 tahun.

Perhatian Khusus

1. Penegakkan diagnosa Heart Failure harus disertai dengan pemeriksaan echocardiography.

Cerebral Infarction
Chapter IX I00-I99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Infrac, Infraction
Kode ICD-10
I63.9 Cerebral infarction, unspecified

Aspek Medis

Kriteria inklusi I63: Oklusi dan stenosis arteri cerebral dan precerebla yang menyebabkan cerebral infarction.

Aspek Koding

Kriteria inklusi I63: Oklusi dan stenosis arteri cerebral. Eksklusi: sequelae of cerebral infarction (I69.3). Jika disertai hipertensi dapat menggunakan kode tambahan.

Perhatian Khusus

  1. Hasil imaging (CT scan) diperhatikan untuk penegakan tambahan jenis Stroke hemorrhagic atau non hemorrhagic.
  2. I63.- Jika hasil pemeriksaan CT Scan (+) infark.
  3. Sequelae adalah gejala yang menetap satu tahun atau lebih setelah onset serangan.
Stroke
Chapter IX I00-I99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Stroke
Kode ICD-10
I64 Stroke, not specified as haemorrhage or infarction

Aspek Koding

Kriteria inklusi Sub bab I60-I69. Jika disertai hipertensi dapat menggunakan kode tambahan. Eksklusi: TIA (G45.-), Traumatic intracranial haemorrhage (S06.), Vascular dementia (F01.-).

Perhatian Khusus

  1. Kode ini digunakan hanya untuk kasus stroke yang tidak spesifik apakah infark atau perdarahan.
  2. Perhatikan kode sequelae (I69) untuk gejala yang menetap 1 tahun atau lebih.
  3. I60.- perdarahan subarachnoid, I61.- perdarahan intracerebral, I62.- perdarahan lain di otak.
Phlebitis
Chapter IX I00-I99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Phlebitis
Kode ICD-10
I80.9 Phlebitis and thrombophlebitis of unspecified site

Aspek Medis

Phlebitis dapat digunakan sebagai diagnosis sekunder bila dilakukan penatalaksanaan khusus, seperti debridement atau pemberian antibiotik.

Chapter VI
Diseases of the nervous system
G00-G99
1 diagnosis
Extrapiramidal Syndrome
Chapter VI G00-G99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Syndrome
Kode ICD-10
G25.9 Extrapyramidal and movement disorder, unspecified

Aspek Medis

Skala penilaian Gejala Ekstrapiramidal Syndrom (G25.9) yang ditetapkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia digunakan sebagai panduan diagnosis dan verifikasi bersama verifikator.

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. Ada skala Electrophysiology Study (EPS)
Chapter X
Diseases of the respiratory system
J00-J99
2 diagnosis
Pneumonia
Chapter X J00-J99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Pneumonia
Kode ICD-10
J18.9 Pneumonia, unspecified

Aspek Koding

Kode ini hanya untuk kasus pneumonia yang tidak spesifik organisme penyebabnya. Kriteria eksklusi: Abscess of lung (J85.1), Drug-induced interstitial lung disorders (J70.2-J70.4), Pneumonitis due to external agents (J67-J70), Aspiration (J69.0), Neonatal (P24.9), Congenital (P23.9). Kode kombinasi bronchopneumonia dengan PPOK: J44.0

Perhatian Khusus

  1. Kode pneumonia dengan organisme penyebab spesifik ada pada J12-J17
  2. Pneumonia didiagnosis sesuai KMK RI No. HK.02.02/MENKES/514/2015: infiltrat baru pada foto toraks + minimal 2 gejala (batuk bertambah, perubahan dahak, suhu >38°C, tanda konsolidasi, leukosit >10.000 atau <4500)
  3. Ada terapi yang diberikan
Efusi Pleura
Chapter X J00-J99
Severity Level III (Tingkat Keparahan Berat)
Lead Term
Pleura
Kode ICD-10
J90 Pleural effusion, not elsewhere classified

Aspek Medis

Efusi pleura sebagai diagnosis sekunder apabila: (1) Terbukti terdapat cairan dengan tindakan pungsi pleura/thorakosintesis, atau (2) Terbukti dengan pemeriksaan imaging (foto toraks, USG toraks, CT Scan toraks) dengan tindakan punksi pleura dan/atau tata laksana tambahan.

Perhatian Khusus

1. Dapat didiagnosis sekunder bila hasil pemeriksaan imaging (foto thoraks, USG, CT Scan) menunjukkan gambaran efusi dan/atau bila dilakukan proof punksi keluar cairan.

Chapter XI
Diseases of the digestive system
K00-K93
2 diagnosis
Drug Induce Hepatitis
Chapter XI K00-K93
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Hepatitis
Kode ICD-10
K71.6 Toxic liver disease, unspecified

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. Pemeriksaan Laboratorium (SGOT, SGPT): SGPT atau SGOT >500 U/L, atau <500 U/L dengan gejala klinis menjurus ke hepatitis akut berat
  3. Penatalaksanaan medis (curcuma)
Hepatitis
Chapter XI K00-K93
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Hepatitis
Kode ICD-10
K75.9 Inflammatory liver disease, unspecified

Perhatian Khusus

  1. Dalam resume tertulis gejala
  2. Hasil laboratorium (darah)
  3. Tata laksana
Chapter XIV
Diseases of the genitourinary system
N00-N99
2 diagnosis
Gagal Ginjal Akut
Chapter XIV N00-N99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Failure
Kode ICD-10
N17.9 Acute renal failure, unspecified

Aspek Medis

Sesuai kriteria KDIGO 2012 berdasarkan peningkatan kreatinin serum dan/atau urine output. Tahap I: peningkatan kreatinin 0,3 mg/dl dalam 48 jam atau >=1,5-1,9x baseline; Tahap II: >=2-2,9x baseline; Tahap III: >=3x baseline atau >=4 mg/dl dengan peningkatan akut 0,5 mg/dl.

Perhatian Khusus

1. Peningkatan kreatinin serum dilihat dari nilai normal dibandingkan dengan hasil pemeriksaan.

Infeksi Saluran Kemih
Chapter XIV N00-N99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Infection
Kode ICD-10
N39.0 Urinary tract infection, site not specified

Aspek Medis

Diagnosa ISK dibuat berdasarkan: (1) Gejala klinis khas minimal satu: sakit kencing, nyeri perut bagian bawah, nyeri tekan suprapubic, anyangan-anyangan, nyeri pinggang, nyeri ketok CVA dengan atau tanpa demam dan lekosit urin >10/LPB, atau (2) Kultur urin positif.

Aspek Koding

Kriteria eksklusi sub bab: Urinary infection complicating aborsi atau kehamilan ektopik/mola (O00-O07, O08.8), Kehamilan persalinan dan nifas (O23.-, O75.3, O86.2), Dengan urolithiasis (menggunakan kode N20-N23).

Perhatian Khusus

1. Kondisi batu saluran kemih yang disertai ISK menggunakan kode gabungan di N20-N23.

Chapter XVIII
Symptoms, signs and abnormal clinical and laboratory findings
R00-R99
4 diagnosis
Epistaksis
Chapter XVIII R00-R99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Epistaxis
Kode ICD-10
R04.0 Epistaxis

Aspek Koding

R04.0 Epistaksis (Pendarahan dari rongga hidung)

Perhatian Khusus

1. Kondisi perdarahan yang terjadi pada kasus DHF harus dinyatakan sebagai diagnosis sekunder karena penting dalam menentukan penatalaksanaan selanjutnya.

Intake Sulit Menggunakan NGT
Chapter XVIII R00-R99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Dyspaghia
Kode ICD-10
R13 Dysphagia

Aspek Medis

Diagnosis sekunder Disfagia (R13) dapat dikoding bersama dengan Prosedur Tonsilektomi (28.2) pada kondisi: Pasien Anak dengan gizi kurang akibat gangguan menelan.

Perhatian Khusus

  1. Penatalaksanaan Nasogastric Tube (NGT)
  2. Tertulis tindakan Nasogastric Tube (NGT)
Somnolence
Chapter XVIII R00-R99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Somnolence
Kode ICD-10
R40.0 Somnolence

Perhatian Khusus

  1. Tertulis diagnosis sekunder
  2. Penatalaksanaan infus
  3. Pemeriksaan hasil/GCS
Kejang
Chapter XVIII R00-R99
Severity Level II (Tingkat Keparahan Sedang)
Lead Term
Seizure, Convulsions
Kode ICD-10
R56.8 Other and unspecified convulsions

Aspek Koding

R56.8 Other and unspecified convulsions: Fit NOS, Seizure (convulsive) NOS

Perhatian Khusus

Kejang dari jenisnya dibagi kejang umum dan kejang parsial. Kejang idiopatik contohnya epilepsi - untuk epilepsi kejang berulang minimal dua kali dengan pola yang sama dan dibuktikan dengan hasil EEG yang abnormal.